Kepala Jadi Asbak? Korban Penganiayaan Habib Bahar Buka Suara, Ternyata
Cari Berita

Iklan

Advertisement

Iklan

Kepala Jadi Asbak? Korban Penganiayaan Habib Bahar Buka Suara, Ternyata

Wednesday, April 3, 2019




Kamiupdate.com - Dua orang remaja yang manjadi korban penganiayaan Habib Bahar bin smith akhrinya buka suara dan menceritakan kronologis kejadiannya pada sidang lanjutan perkara penganiayaan yang dialaminya itu saat ini digelar Pengadilan Negeri (PN) Bandung di Gedung Arsip dan Perpustakaan, Jalan Seram, Kota Bandung, Kamis (28/3).

Dari pengakuan yang disampaikan oleh korban bisa dikatakan sama dengan apa yang diberitakan media-media sebelumnya. Cahya Abdul Jabar dan Muhammad Khoerul Aumam Al Mudzaqi alias Zaki merasakan amukan Habib Bahar karena salah seorang dari mereka mengaku sebagai Habib Bahar dan memamfaatkan nama Habib Bahar untuk mendapatkan fasilitas dari seseorang bernama Amir yang menganggapnya benar-benar Habib Bahar.

Saat ditanya oleh Hakim alasannya meniru dan mengaku-mengaku sebagai sosok habib bahar karena nge-fans.

"Iya, karena saya nge-fans," jawab Cahya,



Dilansir dari sumber yang sama, Setelah Habib Bahar mendapat laporan ada orang yang mengaku sebagai dirinya, Ia pun langsung menemui kedua korban tersebut, dan membawanya ke sebuah lapangan. Dan terjadilan peristiwa penganiayaan tersebut, karena kedua korban tidak ada yang mengaku.

"Dari situ, saya di ajak ke lapangan sama habib Bahar, diajak duel sama beliau. Saya sebenarnya nggak mau, namun akhirnya terjadi peristiwa penganiayaan itu," ucap Cahya.

Dipukul nya dengan dengkul sebanyak tiga kali ke bagian dada saya. Lalu rambut saya itu dijambak," kata Cahya

Tak hanya itu, setelah rambut mereka dicukup, Cahya mengaku ada santri yang menjadikan kepalanya asbak.

"Rokok siapa?" ucap hakim.

"Rokok santri, tapi saya tidak tahu," ujar Cahya.

Orangtua dari Zaki, Jamal yang melaporkan Habib Bahar, tidak terima apa yang diderita anaknya atas perlakuan Habib Bahar itu.

Saya hanya ingin mengatakan, bahwa orang tua mana yang sanggup melihat anaknya yang sakit. Keinginan saya tegakan hukum, tegakan keadilan," ucap Jamal.