Usai Bunuh Staf UNM, Pelaku Sempat Lihat Jasad Korban di Rumah Sakit
Cari Berita

Iklan

Advertisement

Iklan

Usai Bunuh Staf UNM, Pelaku Sempat Lihat Jasad Korban di Rumah Sakit

Sunday, March 24, 2019




KAMIUPDATE.COM - Polisi bergerak cepat mengungkap kasus pembunuhan Sitti Zulaeha Djafar (40), staf di Universitas Negeri Makassar (UNM). Pelaku ternyata rekan sekantor korban, sama-sama bekerja sebagai staf di UNM. Bahkan kabarnya, pelaku juga seorang dosen di sana.

"Kurang dari 12 jam anggota berhasil mengamankan pelakunya. Setelah dilakukan olah TKP (tempat kejadian perkara) anggota kemudian bergerak dan akhirnya berhasil meringkus pelakunya," ujar Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani. Demikian dikutip dari Antara, Sabtu (23/3).

Pelaku JW ditangkap saat terlihat mendatangi Rumah Sakit Bhayangkara bersama kolega, kerabat yang akan melayat korban. Pelaku kaget saat tiba-tiba ditangkap polisi. Sebelum itu, polisi memang sudah mendapatkan sejumlah informasi dari hasil olah TKP yang mengarah pada yang bersangkutan.

"Pelaku ini datang ke rumah sakit ingin melihat jenazah korban. Saat itu kan banyak koleganya, kerabatnya dan rekan kerjanya yang lain datang. Nah, pelaku juga datang ke sana, tetapi anggota sudah mendapat petunjuk sehingga memudahkan untuk diringkus," katanya.

JW langsung dibawa ke posko Resmob Polda Sulsel dan melakukan interogasi singkat. Pelaku mengakui perbuatannya menghabisi nyawa korbannya.

Sebelumnya, Sitti Zulaeha Djafar (40), istri Syukri (42), ditemukan tak bernyawa di dalam sebuah mobil di gudang BTN Zarindah, Dusun Japing, Desa Sunggumanai Pattallassang, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa, Jumat (22/3) pukul 08.30 WITA.

Selanjutnya korban dibawa ke RS Bhayangkara Makassar. Atas persetujuan keluarga, jenazah pegawai Bagian Administrasi dan Umum (BAU) Kampus UNM Makassar ini diautopsi.

Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Yakni Kombes Polisi Dr. Farid Amansyah menuturkan, bahwa pemeriksaan luar pada jenazah, didapati ada tanda-tanda ketidakwajaran akan kematian korban.

"Saya melihat bahwa luka-luka yang diderita korban sebelum kematiannya cukup parah. Ada nya benturan yang di akibatkan oleh benda tumpul di bagian wajah korban, kemudian ada juga tanda-tanda cekikan sehingga terjadi penyumbatan jalan napas," ujar Farid saat ditemui usai keluar dari ruang jenazah.