Polda Papua Telah Menetapkan Ja'far Umar Thalib dan 6 Orang Pengikutnya Sebagai Tersangka
Cari Berita

Iklan

Advertisement

Iklan

Polda Papua Telah Menetapkan Ja'far Umar Thalib dan 6 Orang Pengikutnya Sebagai Tersangka

ALDI BIMANTARA
Sunday, March 3, 2019



Caption : Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Papua Kombes Pol Tony Harsono, S.Ik, M.Si didmapingi Kabid Humas Ahmad Mustofa Kamal, saat menunjukan barang bukti Samurai milik JUT dan pengikuti saat melakukan pengrusakan milik korban di Koya Barat, distrik Muara Tami-Kota Jayapura. Foto : Ist/PapuaSatu.com


KamiUpdate.com-Kota Jayapura Setelah menjalani proses pemeriksaan terhadap Ustad Ja’af Umar Thalib bersama 6 orang pengikutnya yang diduga sebagai pelaku pengrusakan rumah milik 41 buruh dan Saudara Irfan niki (14) di Koya barat Distrik Muara Tami-Kota Jayapura Papua, pada hari Rabu (27/02) 2019 pagi, saat ini Polda Papua telah menetapkan tujuh orang tersangka.

“Kasus pengrusakan itu sudah kami tetapkan tujuh orang tersangka diantaranya, JUT (58), AJU (20), S alias AY (42), AR (43), IJ (29), MM alias Z (31) dan AR alias A (20)” kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Papua Kombes Pol Toni Harsono, S.IK, M.Si saat ditemui kontributor KamiUpdate.com ruang memdia Center Bid Humas Polda Papua pada Hari Kamis (28/02) malam.

Adapun penetapan ketujuh tersangka yang diduga terlibat kasus pengrusakan rumah tersebut, setelah dilakukan pemeriksaan terhadap pelaku dan para saksi serta diadakannya gelar perkara yang dinisiasi oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Papua yang dipimpin langsung oleh Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Papua Kombes Pol Tony Harsono, S.ik, M.Si.

Selain menetapkan ketujuh orang tersebut sebagai tersangka, Polda Papua juga melakukan penyitaan terhadap sejumlah barang bukti yaitu 1 bilah samurai warna kuning, 1 bilah samurai warna merah, potongan kabel sound, dan satu unit mobil Mitsubishi triton warna hitam dengan nopel DS 8366 J.

Dalam penjelsannya terkait kasus tersebut, Kabid Humas Polda Papua menjelaskan peran masing-masing dari ketujuh tersangka tersebut yakni JUT (58) melakukan penghasutan terhadap santrinya agar memperingati korban agar mematikan musik rohani di dalam rumahnya.

JUT (58) dating dengan membawa dua buah samurai berwarna merah dan kuning yang diakuinya selalu diletakkan atau disimpan di dalam mobil triton miliknya. Sedangkan pengikutnya, AJU (20) mempunyai peran atau tugas membawa samurai warna kuning untuk memotong kabel dan sound di rumah korban dengan menggunakan samurai warna merah miliknya.

Sementara lanjut Kamal, peran atau tugas yang dilakukan oleh tersangka AR (43) yakni menyelinap masuk ke dalam rumah korban dan ikut menegur pemilik rumah untuk mematikan musik rohani yang sedang diputar oleh korban begitupula IJ (29), MM alias Z (31) dan AR alias A (20).

Sebelumnya kasus pengrusakan tersebut, kejadiannya berawal pada hari Rabu (27/02) pukul 05:30 WIT yang berlokasi di Jl. Protokol Koya barat Distrik Muara tami, Kota Jayapura. 

Pada awalnya, korban an. Henock Niki memutar musik lagu rohani dengan volume keras di kediamannya, dan secara tiba-tiba beliau melihat beberapa orang datang ke rumahnya lalu melakukan pengrusakan terhadap speaker kabel milik korban. 

Adapun berdasarkan hasil investigasi yang dilakukan, diketahui bahwa kedatangan para tersangka bertujuan untuk menegur korban yang memutar musik lagu rohani dengan volume keras dan dinilai sangat menganggu umat muslim yang saat itu tengah menjalankan ibadah shalt shubuh pada dini hari pukul 04:15 WIT. Usai menegur korban dan melakukan pengrusakan lalu mereka bergegas melarikan diri menggunakan mini bus ke arah selatan. 

Berdasarkan laporan tersebut, Polda Papua langsung bertindak melakukan pencarian dan pada akhirnya menemukan 8 orang untuk dilakukan pemeriksaan. Dari 8 orang tersebut, 7 diantaranya telah ditetapkan oleh Polda Papua sebagai tersangka dan satu orang lainnya berdasarkan hasil pemeriksaan tidak terbukti melakukan aksi pengrusakan tersebut.