Nah Ternyata, Polri Sebut Jokowi Benar Soal Propaganda Rusia. Fadli Zon Ketar Ketir
Cari Berita

Iklan

Advertisement

Iklan

Nah Ternyata, Polri Sebut Jokowi Benar Soal Propaganda Rusia. Fadli Zon Ketar Ketir

Tuesday, March 12, 2019



KAMIUPDATE.COM - Tidak disangka - sangka Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menyebutkan bahwa Presiden Joko Widodo telah memperoleh informasi yang benar dan akurat perihal tentang penggunaan propaganda ala Negara Rusia oleh pihak yang ikut serta dalamPemilu Tahun 2019. Jokowi diyakini memperoleh informasi dari banyak pihak mengenai hal itu.


Sebelumnya Presiden Jokowi menyampaikan sinyalemen kampanye gaya propaganda Rusia menjelang Pilpres 2019 ini. Ia ungkapkan hal tersebut dikota Semarang belum lama ini. Propaganda Rusia yang Ia maksud adalah semburan Fitnah yang besar-besaran diblowup dan terus menerus. Menurutnya semua itu adalah gaya propaganda Rusia.

Atas tuduhan itu, BPN termasuk Fadli Zon membantah keras dan meminta untuk Presiden Jokowi membuktikannya. Ia bilang bahwa BPN tidak pakai gaya negara rusia lakukan dalam berkampanye.

Namun Polri ternyata memiliki data tersendiri. Jika memang benar ada cara dan oknum Rusia di BPN, Fadli Zon harus hati-hati saja karna urusan ini bisa panjang.

Pernyataan tersebut diutarakan oleh Direktur Penyidikan Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Mabes Polri Brigadir Jenderal Rachmad Wibowo dalam konferensi nasional yang dihelat Imparsial dan Fahmina Institute di Hotel Aryaduta, Jakarta, Jumat (15/2).

"Kami yakin presiden menerima informasi yang benar mengenai hal ini," kata Rachmad dikutip cnnindonesia.com (15/2).

Rachmad tidak menyebutkan secara jelas pihak siapa yang menggunakan propaganda Rusia untuk kepentingan politik selama kampanye Pemilu Tahun 2019 ini berjalan. Baik itu peserta pilpres atau pileg.


Dia hanya mengatakan bahwa Jokowi mendapat informasi yang banyak mengenai hal itu. Dengan kata lain, tidak asal memperoleh informasi. Rachmad menjelaskan bahwa fenomena penggunaan propaganda yang dimaksud Presiden Jokowi memang mirip dengan apa yang terjadi di beberapa negara.