Geram Lihat Nissa Sabyan Terjun ke Politik, Ketum MMB Langsung Sindir Begini
Cari Berita

Iklan

Advertisement

iklan feed 2019

Geram Lihat Nissa Sabyan Terjun ke Politik, Ketum MMB Langsung Sindir Begini

Sunday, March 10, 2019




KAMIUPDATE.COM - Kali ini, Nissa Sabyan dan grub gambusnya mendapat kritik yang cukup keras dari penggemar sendiri. Ya, karena mereka telah berpolitik yang dinilai menjadi pemecah belah karena telah dimanfaatkan oleh politikus tertentu yang ingin berkuasa. Sedangkan musik religi yang mereka usung banyak digandrungi kaum milenial Indonesia.

Khairul Anam selaku Ketua Umum Milenial Muslim Bersatu (MMB) mengungkapkan jika dirinya sangat kecewa terhadap apa yang telah dilakukan Nissa dan grub gambusnya. Bahkan Anam khawatir cuma gara-gara uang, Nissa dan grub gambusnya rela mengorbankan para fans.

"Jangan sampai karena demi pundi-pundi pendapatan lalu mengorbankan para penggemar hingga terpolarisasi," Sabtu (9/3/19).

Tak cuma Khairul Anam, Ketua MMB Jawa Timur yang bernama Saidah juga memberikan kritik yang cukup keras terhadap pelantun Deen Assalam tersebut. Bahkan Saidah mengaku tak habis pikir Nissa bisa terlibat dalam politik.

Sebab menurutnya, Nissa Sabyan sudah memiliki banyak penggemar, hal itu tentu bisa mempengaruhi kaum milenial Indonesia. Saidah yang juga mengaku seorang fans, ia tak ragu untuk menyebut kalau dirinya kecewa berat dengan Nissa Sabyan.

"Kami tidak pernah habis pikir ya, seorang Nissa Sabyan yang penggemarnya sudah jutaan di seantero negeri bisa ikut terlibat dalam politik. Sebagai salah satu penggemarnya, saya tentunya menolak langkah yang telah diambil oleh Nissa Sabyan dan grupnya ini," kata Saidah.

Meski Saidah tak menampik kalau setiap orang berhak untuk berpolitik, namun ia menyarankan agar musisi seperti Nissa "Sabyan" tidak ikut terlibat dalam politik praktis. Akan lebih baik jika Nissa dan grub gambusnya berkarya dan terus melantunkan lagu-lagu Islami, yang menebarkan kasih sayang, dan persaudaraan.

"Jangan racuni kariermu dengan intrik politik yang mempunyai nilai berbeda tentunya," pungkas Saidah.