9 Penambang Tewas dalam Reruntuhan Tambang di Sulawesi Utara, dan Tanah Longsor menghambat TIM Penyelamat
Cari Berita

banner fix 2019

banner fix 2

9 Penambang Tewas dalam Reruntuhan Tambang di Sulawesi Utara, dan Tanah Longsor menghambat TIM Penyelamat

Saturday, March 2, 2019


Kamiupdate.com - Korban tewas akibat runtuhnya tambang emas ilegal di Sulawesi utara telah mencapai sembilan orang, karena kondisi tanah yang tidak stabil rentan terhadap longsoran tambang lainnya menghambat upaya untuk menyelamatkan para penambang yang terperangkap.

Lebih dari 60 penambang bekerja di bawah tanah pada hari Selasa ketika insiden itu menghantam tambang tanpa izin di desa Bakan, kabupaten Bolaang Mongondow di provinsi Sulawesi Utara, menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana.

Sejauh ini, 19 penambang telah diselamatkan, yang sebagian besar menderita luka-luka dan menerima perawatan medis di rumah sakit terdekat, kata Abdul Muin Peputungan, kepala unit darurat Badan Penanggulangan Bencana di Kabupaten Bolaang Mongondow.

Setidaknya tiga orang yang selamat telah dipindahkan ke rumah sakit yang lebih besar untuk cedera serius mereka, seperti patah tulang punggung, yang membutuhkan operasi segera.

Pejabat itu mengungkapkan bahwa ancaman tanah longsor selanjutnya membatalkan rencana untuk mengoperasikan tiga excavator di lokasi kejadian untuk menghilangkan puing-puing dan membuka akses ke terowongan.

"Tanah longsor lain di tambang itu terjadi. Ketika kami mencoba memasuki tambang, kami bisa mendengar suara tanah dan batu yang jatuh," katanya kepada Xinhua.
"Ini membahayakan penyelamat dan ekskavator juga bisa jatuh ke bawah atau dikubur oleh puing-puing jika terjadi tanah longsor," tambahnya.

Namun, pejabat itu mengatakan upaya pencarian dan penyelamatan tetap berlangsung. "Kami membentuk tiga tim penyelamat yang bekerja secara bergantian setiap hari," kata Abdul.
Sutopo Purwo Nugroho, juru bicara Badan Nasional Penanggulangan Bencana, mengatakan bahwa kondisi geografis tambang yang buruk, yang terletak di lereng curam, juga memperlambat operasi penyelamatan.

Infrastruktur tambang yang buruk dan terlalu banyak lubang yang digali oleh para penambang di tengah kondisi tanah yang tidak stabil disalahkan atas kejadian itu, menurut badan tersebut.
Pemerintah telah melarang operasi tambang emas ilegal, yang seringkali terletak di daerah terpencil.
Dengan kurangnya standar keamanan, kegiatan seperti itu sering memicu insiden tambang di Indonesia, negara yang kaya sumber daya alam.