2 Tewas, Ratusan Warga Dievakuasi Pasca Banjir di Kota Bandung Jawa Barat
Cari Berita

Iklan

Advertisement

Iklan

2 Tewas, Ratusan Warga Dievakuasi Pasca Banjir di Kota Bandung Jawa Barat

ALDI BIMANTARA
Friday, March 8, 2019


KamiUpdate.com-Bandung Sedikitnya dua orang tewas dan enam lainnya hilang setelah hujan lebat dan banjir hebat di beberapa wilayah Indonesia, kata badan bencana, Jumat (8 Maret), yang memaksa evakuasi ratusan orang.
Hujan deras telah menghantam Indonesia selama berhari-hari, memaksa sungai Citarum - dijuluki "paling kotor di dunia" - di pulau Jawa meledak, dan menyebabkan banjir bandang mematikan di bagian timur kepulauan Asia Tenggara yang luas.
Warga di selusin komunitas di pinggiran kota Bandung, di sebelah timur ibukota Jakarta, terpaksa mengarungi jalan-jalan yang dipenuhi air setinggi peti di beberapa tempat.
Gambar dari tempat kejadian menunjukkan penduduk dipindahkan ke tempat yang aman dengan perahu ponton dan kapal kayu kecil.
Banjir dan tanah longsor menewaskan sepasang warga di provinsi Nusa Tenggara Timur di Pulau Flores, kata badan itu.
Enam lainnya masih hilang dan tiga orang terluka, kata juru bicara badan bencana nasional Sutopo Purwo Nugroho.
Banjir sering terjadi selama musim hujan Indonesia, yang berlangsung sekitar Oktober hingga April.
Pada bulan Januari, setidaknya 70 orang terbunuh ketika banjir dan tanah longsor melanda provinsi Sulawesi Selatan.
Banjir terbaru telah mempengaruhi lebih dari 30.000 orang di beberapa provinsi di Jawa Barat dan Jawa Timur, kata badan bencana itu.
Citarum - badan air sepanjang hampir 300 km yang merupakan sumber utama pembangkit listrik tenaga air untuk pulau terpadat di Indonesia, Jawa, dan hotspot pariwisata Bali - secara teratur meluap ke tepiannya saat hujan deras.
Bank Dunia mendeklarasikannya sebagai sungai yang paling tercemar di dunia satu dekade lalu, deskripsi yang diambil secara luas oleh media dan pencinta lingkungan.
Menghadapi keadaan darurat kesehatan masyarakat setelah beberapa dekade upaya pembersihan yang gagal, Jakarta tahun lalu melangkah dengan rencana yang berani untuk membuat air beracun Citarum dapat diminum pada tahun 2025.
Sungai itu telah lama menjadi hamparan sampah rumah tangga yang mengapung, kotoran hewan, dan bahan kimia beracun yang dibuang oleh pabrik-pabrik terdekat.