Sejumlah Guru dan Murid di Kabupaten Nduga Mengungsi Karena Terjadi Baku Tembak
Cari Berita

Iklan

Advertisement

Iklan

Sejumlah Guru dan Murid di Kabupaten Nduga Mengungsi Karena Terjadi Baku Tembak

Wednesday, February 13, 2019



Kamiupdate.com – Rabu (13/02/2019) terjadi aksi baku tembak antara tentara dan polisi dengan kelompok bersenjata di Nduga, Papua. Sejumlah guru SD, SMP, SMA pun terpaksa mengungsi ke Kabupaten Jayawijaya akibat kejadian ini.

Bukan hanya para guru namun para murid pun ikut mengungsi. Namun, para guru-guru tersebut belum bisa memberikan keterangan terkait kejadian ini. Mereka masih menunggu konfirmasi dari pejabat Dinas Pendidikan Nduga.

“Kami belum bisa berikan pernyataan, nanti kepala dinas saja yang kasi komentar, “ ujar guru yang tak menyebutkan namanya.

Koordinator Tim Relawan Pengungsian Nduga Ence Geong, di Sinakma, Kabupaten Jayawijaya meyatakan staf Dinas Pendidikan Nduga masih melakukan pendataan jumlah keseluruhan guru yang mengungsi.

“Jumlah guru ada 120 menurut data Dinas Pendidikan Nduga. Tetapi yang ditempatkan di sini mereka masih atur. Mereka akan tersebar di 12 kelas, namun masih akan diatur lagi perkelasnya,” jelasnya.

Para guru yang mengungsi ini, merupakan guru yang mengajar di 10 sekolah dasar, lima sekolah menengah pertama, dan dua sekolah menengah ataa di Nduga.

Di Jayawijaya di didirikan 12 ruang sekolah darurat untuk anak-anak pengungsi Nduga. Para guru yang merupakan bukan penduduk lokal Nduga selalu hadir untuk mengajar para murid-murid tersebut.

Sekolah ini sudah ada sejak 11 Februari , jumlah murid yang mengungsi pun tercatat hingga saat ini mencapai 406 orang. Murid-murid tersebut masih merasa trauma atas kejadian baku tembak juga bunyi tembakan yang terjadi di tempat mereka. Mereka pun akhirnya pergi meninggalkan kampung halaman mereka tanpa membawa alat-alat sekolah.

“Tapi kami bersyukur guru-guru menyumbang, sehingga setiap anak mendapat satu buku dan satu alat tulis,” kata Ence.

Berdasarkan informasi terakhir, Kepala Dinas Pendidikan Nduga sedang berada di luar Papua, sehingga sampai saat ini belum datang mengunjungi sekolah darurat tersebut.