Prabowo Janji Rebut Kekayaan Negara dari Asing, Abdillah Toha: Kasihan Orang-orang yang Terbius Pidato
Cari Berita

Iklan

Advertisement

iklan feed 2019

Prabowo Janji Rebut Kekayaan Negara dari Asing, Abdillah Toha: Kasihan Orang-orang yang Terbius Pidato

Sunday, February 10, 2019


Instagram Prabowo Subianto : @prabowo


KAMIUPDATE.COM - Penasehat Wakil Presiden RI bidang Telaah Strategi sekaligus pendiri Partai PAN, Abdillah Toha mengomentari akun Cak Khum mengenai pidato calon presiden (capres) Prabowo Subianto yang menggemakan akan merebut kembali kekayaan Indonesia yang menurutnya banyak dikuasai oleh orang asing.

Dia menyindir akun pendukung kubu tersebut, dan menantang mereka untuk menanyakan beberapa hal terkait kekayaan serta kemiskinan terhadap keluarga Prabowo serta keluarganya.

"Kasian orang-orang yang terbius pidato berapi-api ini. Coba Anda ke istananya di Hambalang, kalau berhasil lewat pagarnya. Ajukan 2 pertanyaan kepadanya dan adiknya yang masuk terkaya di negeri ini. 1. Darimana asal usul kekayaannya. 2. Berapa banyak sedekah dia kepada orang miskin. Kasih kabar ya," tweet akun @AT_AbdillahToha, Kamis (27/12).

Sebelumnya, akun @CakKhum me-mention akun Abdillah Toha untuk mendengarkan pidato dari capres nomor urut 2 tersebut. Di video itu, Prabowo begitu antusias dengan menyerukan kepada pendukungnya untuk mendukung dia mencoba mensejahterakan kembali Rakyat Indonesia yang dianggap memasuki tahap kemiskinan.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo mengatakan perlu proses untuk menurunkan ketimpangan, kemiskinan, sehingga gini ratio selama empat tahun terakhir ini tidak bisa langsung meloncat.

"Kita ingin juga menurunkan ketimpangan, kemiskinan. Dan empat tahun ini gini ratio turun dari 0,41 jadi 0,38. Memang tidak bisa langsung melompat," katanya saat bicara dalam acara ulang tahun MetroTV yang ke-16 di Jakarta, Senin malam (26/11).

Karena proses gini ratio membesar juga jangka panjang, menurunkan juga butuh waktu, tambah Kepala Negara.