Pasar Tradisional Mambuni-buni di Fakfak Berpotensi Jadi Pasar Wisata
Cari Berita

Iklan

Advertisement

Iklan

Pasar Tradisional Mambuni-buni di Fakfak Berpotensi Jadi Pasar Wisata

ALDI BIMANTARA
Monday, February 4, 2019



KamiUpdate.com-Fakfak Pada jaman sekarang, terasa sangat susah menemukan pasar tradisional karena telah banyak berajamur aplikasi online yang menawarkan jasa pengantaran barang sehingga transaksi jual beli pun tidak harus melalui tata muka secara langsung. Tanpa disadari hal ini lambat laun akan membuat kita sebagai makhluk sosial akan banyak kehilangan momen berinteraksi antar sesama. Nah, sobat KamiUpdate.com di era digital yang serba instan ini, siapa yang menyangka kalau di daerah Papua Barat lebih tepatnya di Kota Fakfak terdapat sebuah pasar tradisional yang masih menjalanakan sistem perekonomiannya dengan sistem barter atau tukar menukar barang. Wah kedengarannya seperti berada di masa lampau banget ya sobat, karna di lain sisi jaman sekarang tentu uang adalah alat pembayaran yang sah dan populer bahkan saat ini uang juga sudah berubah menjadi uang virtual yang penggunaannya menggunakan kartu. 

Pasar tradisional yang masih menggunakan sistem barter atau tukar menukar barang terdapat di distrik Kokas Kabupaten Fakfak dan nama pasarnya ialah Pasar Mambuni-buni karena terletak di Kampung Mambuni-buni. Pasar ini sangat unik karena selain masih mempertahankan sistem tradisional juga merupakan ajang pertemuan antara masyarakat di gunung dan pantai sehingga seringkali terjadi interaksi budaya dan kebiasaan di Pasar Mambuni-buni. Pasar ini diadakan oleh masyarakat lokal setempat hanya di Hari Sabtu dan dibuka mulai pukul 09:00 pagi dengan ditandai pukulan gong dari masyarakat lokal. 


Aktivitas pasar tradisional Mambuni-buni 
(Samberi photo)

Jika sobat ingin berkunjung ke Pasar Mambuni-buni dan melihat masyarakat lokal setempat, dari pusat Kabupaten Fakfak di Provinsi Papua barat, sobat dapat memulai perjalanan dengan menggunakan angkutan umum dan akan transit di Terminal Kokas di daerah Puncak selanjutnya dapat melanjutkan perjalanan menuju Kokas. Adapun total biaya yang harus dikeluarkan yaitu 35.000 rupiah dan memakan waktu sekitar 2 jam sebelum sampai di Kampung Mambuni-buni. 



Seorang Mama di Pasar Mambuni-buni 
(Samberi photo)

Kampung Mambuni-buni ialah sebuah kampung pesisir di Distrik Kokas Kabupaten Fakfak yang mempunyai sebuah pasar tradisional yang berpotensi menjadi pasar wisata karena keunikannya. Di pasar mambuni-buni masyarakat lokal menjual kebutuhan bahan pokok seperti ubi jalar ditukar dengan ikan, sayur ditukar dengan udang atau kepiting dan sebagainya. Dari sini menggambarkan bahwa hasil alam milik orang gunung dan orang pantai di Kampung Mambuni-buni dibawa ke pasar tradisional dan ditukar. Selain kebutuhan bahan lainnya di pasar tradisional Mambuni-buni juga terdapat barang wajib yang harus dibeli yaitu pinang, sirih dan kapur yang dalam bahasa iha (bahasa setempat) disebut dengan Kahom, Keenan, dan Kabok. 


Kondisi Pasar Tradisional Mambuni-buni masih menggunakan bahu jalan 
(Samberi photo)

Pemerintah daerah seharusnya sudah bisa melihat pasar tradisional Mambuni-buni ini sebagai peluang dan dapat mengembangkannya sebagai salah satu objek wisata lokal karena selain memiliki keunikan, pasar tradisional yang hanya dapat ditemukan di Kabupaten Fakfak ini juga berdekatan dengan objek wisata lainnya yang berada di Distrik Kokas seperti Situs Perang Dunia ke II dan jejeran pantai yang indah lainnya serta peninggalan sejarah tapurarang atau cap tangan merah.