Marak Bisnis Prostitusi di Gorontalo, Polisi Temukan Gadis Dibawah Umur sebagai PSK
Cari Berita

banner fix 2019

banner fix 2

Marak Bisnis Prostitusi di Gorontalo, Polisi Temukan Gadis Dibawah Umur sebagai PSK

ALDI BIMANTARA
Wednesday, February 6, 2019



KamiUpdate.com-Gorontalo Praktik Prostitusi kini kian marak terjadi di Gorontalo, beberapa waktu lalu polisi setempat mengungkap sebuah kediaman yang diubah menjadi rumah bordil yang didalamnya terdapat para pekerja seks komersial (PSK) yang masih berusia dibawah umur.

Dalam keterangan pers kepada awak media, Wakapolres Gorontalo mengatakan bahwa aktivitas prostitusi yang menjaring anak di bawah umur ini sudah beroperasi selama dua tahun lamanya. Polres Gorontalo juga telah berhasil menggerebek sebuah rumah di Kelurahan Hepuhulawa, Kecamatan Limboto pada Selasa (22/01) lalu.


Berdasarkan hasil penggerebekan pihak Kepolisian Gorontalo, ditemukan beberapa gadis yang masih berusia belasan tahun, sementara itu pemilik rumah yang berinisial UM alias Uto (36) merupakan seorang mucikari dan saat ini telah menjadi tersangka.

Satria mengungkapkan kronologi penggerebakan rumah yang diduga sebagai tempat prostitusi tersebut pada Senin (04/02), dalam keterangannya ia menyebutkan Tim Opsnal mendatangi lokasi sekitar pukul 00:15 WITA dan pada saat itu ditemukan dua orang wanita yang sedang dua orang pra untuk berkaraoke, sambal ditemukan mengkonsumsi minuman keras.

Setelah dilakukan interogasi oleh pihak kepolisian, ternyata memang diakui adanya bisnis haram terselubung yang mengungkap UM sebagai dalang dari praktek prostitusi tersebut. Sebelumnya UM diketahui sebagai orang yang merekrut para PSK hingga nantinya dijual kepada lelaki hidung belang untuk meraup keuntungan secara pribadi.

Satria mengungkapkan bahwa “Tarifnya ialah berkisar antara Rp 300 ribu sampai Rp 800 ribu untuk sekali kencan dan pembagiannya untuk mucikari mendapat jatah 50 ribu dari setiap transaksi yang dilakukan.

“ Para PSK juga merupakan warga lokal. Terdata lima dari total tujuh PSK adalah gadis berusia 15 hingga 17 tahun dan rata-rata mereka sudah tidak mengenyam pendidikan di bangku sekolah,” ungkap Satria sambal memperlihatkan foto-foto para PSK tersebut.

Berdasarkan interogasi dan pemeriksaan pihak kepolisian, dalam melakoni bisnis haramnya tersebut, UM sengaja menyediakan sebuah kamar di rumahnya sebagai tempat karaoke dan pesta minuman keras hingga ditemukan ada satu bilik yang berjarak kira-kira 50 meter di belakang rumah yang disulap menjadi “bilik esek-esek”

Dalam temuan kepolisian di lokasi, polisi menyita 3 buah ponsel milik UM yang digunakan guna mengatur transaksi serta mengkoneksikan PSK dengan para pelanggan.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, UM dijerat pasal berlapis yaitu pasal 88 Jo PASAL 761 Undang-Undang Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak, subsider pasal 296 KUHP lebih, subsider pasal 506 KUHP jo pasal 64 ayat 1 KUHP, dengan ancaman hukuman penjara maksimal 10 tahun.


Berdasarkan penelusuran kontributor KamiUpdate.com, kasus prostitusi dibawah umur bukan baru pertama kali terjadi di Gorontalo karena sebelumnya pada 06 September 2018 yang lalu, Polda Gorontalo juga telah berhasil mengungkap paktik prostitusi yang berkedok spa, salon dan tempat karaoke saat melaksanakan operasi patrol penyakit masyarakat (PEKAT) di Gorontalo.