Lahir Ke Dunia Tanpa Persetujuannya, Pria ini Laporkan Orangtuanya Ke Polisi
Cari Berita

Iklan

Advertisement

Iklan

Lahir Ke Dunia Tanpa Persetujuannya, Pria ini Laporkan Orangtuanya Ke Polisi

Wednesday, February 6, 2019


Kamiupdate.com – Raphael Samuel (27) pria asal New Delhi menganut sebuah paham bernama anti-natalist. Anti-natalist merupakan paham dimana seseorang keberatan karena telah dilahirkan ke dunia tanpa persetujuannya sendiri. Terdengar aneh, namun ini benar adanya.  Lebih lanjut paham ini meyakini, seluruh bayi yang lahir di dunia seharusnya memiliki kehidupan yang layak dan tidak menanggung beban yang dimiliki kedua orang tua.

Berdasarkan paham inilah Ia sampai berani  melaporkan kedua orangtuanya kepada pihak kepolisian  dengan alasan yang sulit untuk di mengerti.

“Aku ingin memberi tahu semua anak di India bahwa mereka tidak memiliki utang budi atau apapun kepada kedua orang tuanya. Aku mencintai orangtuaku dan kami memiliki hubungan yang baik. Tapi mereka melahirkanku hanya untuk kesenangan mereka semata,” ungkap Samuel.



Pria  ini juga menambahkan jika kehidupannya selama ini sangat bahagia. Namun, pada suatu waktu ia merasa terkekang dan di paksa menjalani pendidikan formal. Ia juga berpendapat merasa keberatan dengan prinsip bahwa setiap orang wajib bekerja dan memiliki pekerjaan yang baik untuk masa depannya, dengan alasan ia tak pernah minta untuk dilahirkan ke dunia.

Samuel pun menyebarkan paham anti-natalist ini melalui sosial media, ia membuat laman khusus di Facebook dengan nama “Nihilanand”. Agar siapa saja bisa mengetahui informasi tentang paham ini. Ia juga membuat postingan mengenai pesan anti-prokreasi.

“Orangtua kalian memilih menjadikan kalian sebagai mainan, dibanding memiliki seekor anjing atau mainan sungguhan. Kalian tidak berutang apapun kepada mereka,” tulis Samuel pada laman Facebook Nihilanand.

Walaupun jumlah pengikutnya masih terbilang sedikit yaitu 431 pengikut, namun pergerakan paham anti-natalist ini mulai berkembang dengan stabil dan mengalami kenaikan setiap tahunnya.

Mereka telah berencana membuat organisasi  nasional  untuk melancarkan usaha mereka memberi informasi tentang kehidupan yang bebas anas dan isu-isu tentang anak.