Kini, Giliran Kapal Laut yang Akan Menerapkan Bagasi Berbayar
Cari Berita

Iklan

Advertisement

Iklan

Kini, Giliran Kapal Laut yang Akan Menerapkan Bagasi Berbayar

Sunday, February 10, 2019


Kamiupdate.com – Setelah beberapa maskapai penerbangan menerapkan aturan bagasi berbayar, kini sekarang giliran PT Pelni (Persero) pun sepertinya akan menerapkan hal yang sama. Ini berarti untuk masyarakat yang hendak menggunakan jasa laut mulai sekarang harus mulai menghitung biaya, apalagi jika barang yang dibawa dalam jumlah banyak.

Bapak Yohanes Banne, pemimpin cbang PT Pelni Balikpapan, menyatakan mereka akan menerapkan konsep yang sama bertema ‘red pack’. “Ini bukan hal baru karena sejak tahun lalu kami sudah lakukan uji coba. Tapi hanya berlaku di pelabuhan dan armada tertentu,” jelasnya.

Kedepannya, ketentuan ini akan diberlakukan di seluruh pelabuhan dan armada di Indonesia, pun tidak terkecuali di Balikpapan. Namun, ia menambahkan sebelum diberlakukan ketentuan tersebut, pihaknya akan melakukan sosialisasi terlebih dahulu.



“Satu bulan waktu yang kami gunakan untuk sosialisasi. Harapannya, mudik lebaran mendatang, penerapan label muatan mulai berjalan dan lancar. Pasti ada resistensi (berperilaku bertahan, berusaha melawan) dari masyarakat. Maka sosialisasi akan kami maksimalkan,” tambahnya.

Berutnya ia menjelaskan, red pack merupakan label atas barang bawaan penumpang yang melebihi batas yang sudah ditentukan. Barang bawaan yang dikenakan tarif mulai dari 50kg hingga 100kg. 

Lebih dari pada itu, barang bawaan akan dikenakan tarif kargo. “Tarifnya murah. Namun untuk berapa besarannya akan kami informasikan dalam waktu dekat,” ungkapnya.

Mengenai aturan tersebut, ia menekankan bahwa tujuannya tak lain adalah untuk mewujudkan kenyamanan penumpang selama melakukan perjalanan dengan kapal laut.

Bukan hanya menerapkan muatan label, namun PT Pelni juga menyediakan tempat penyimpanan khusus bagasi, jadi terpisah dengan para penumpang. “Selama ini kan penumpang yang berangkat selalu bersebelahan dengan barang bawaannya. Itu kan jelas mengambil tempat yang seharusnya bisa digunakan untuk penumpang yang lain,” tuturnya.

Untuk itu, pihaknya pun telah menyediakan alat ukur bagasi. Jadi mekanismenya adalah penumpang yang membawa barang bawaan wajib melapor 5 jam sebelum keberangkatan. Red pack pun mempunyai benefit tersendiri dalam hal pendapatan. Selama ini pendapatan terbesar mereka hanya berasal dari tiket penumpang. Lalu di susul kargo dan keagenan.

Kepala Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Semayang Capt Jhonny Runggu Silalahi pun menambahkan, hal ini sudah disampaikan di tingkat pusat. “Memang ada ketentuannya,” tambahnya. Nanti, ketentuan ini berlaku untuk seluruh operator kapal. Untuk awal, Pelni yang akan menerapkan.