Jokowi Dituding Sering Serang Prabowo saat Kampanye, Jusuf Kalla : Dia tak Pernah Mulai Duluan
Cari Berita

Iklan

Advertisement

Iklan

Jokowi Dituding Sering Serang Prabowo saat Kampanye, Jusuf Kalla : Dia tak Pernah Mulai Duluan

Thursday, February 7, 2019


Wakil Presiden RI


KAMIUPDATE.COM - Ketua Dewan Pengarah TKNJokowi- Ma'ruf,Jusuf Kalla, angkat bicara terkait gaya kampanye Jokowi yang dituding sering menyindir calon lawan politiknyaPrabowo Subianto.

JK mengatakan, apa yang dilakukanJokowiadalah balasan dari tindakan yang dilakukan Prabowo.

"Ya menyindir itu saling balas membalas, kalau kita liat secara baik, tidak pernah PakJokowiitu menyerang, langsung, tapi dia menjawab balik seperti kasus bahwa Indonesia punah. Itu kan dia PakJokowimembalas," kata JK yang ditemui di kantor wakil presiden, Jalan Merdeka Medan Utara, Jakarta Pusat, Rabu (6/2/2019).

Sehingga JK menilai,Jokowiselama ini tak pernah memulai melakukan serangan langsung pada sosok capres nomor urut 02 itu.

"Jadi tidak pernah PakJokowimelontarkan secara pribadi kepada lawannya tapi mengembalikan jawaban itu. Jadi menjawab (tudungan Prabowo)," tegas JK.

"Yang penting menjawab dengan keras. Lihat saja semuanya, jadi tidak pernah dia (Jokowi serang Prabowo) mulai," sambung dia.

Pernyataan Propaganda Rusia Dianggap BPN Berpotensi Rusak Hubungan Diplomatik Rusia & Amerika

Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional ( BPN) Prabowo-Sandi, Andre Rosiade menilai pernyataan Jokowi yang menuding pihaknya menggunakan teknik propaganda Rusia dalam kampanye berpotensi merusak hubungan diplomatik dengan sejumlah negara.

"Kalau kita dengarkan pernyataan Jokowi itu berpotensi merusak hubungan diplomatik dengan Amerika juga," kata Andre saat dihubungi, Selasa, (5/1/2019).

Karena menurut Andre, Jokowi dan tim pemenangannya menganggap seolah olah bahwa Pemilu Amerika 2016 lalu dipenuhi kecurangan.

Seakan akan Donald Trump mengalahkan Hilary Clinton menggunakan teknik Propaganda Rusia.

"Kalau kita mendengar pak Jokowi dan anggota TKN secara tidak langsung menjelek jelekan Donald Trump, bahwa ada teknik Propaganda Rusia dalam Pemilu AS. Jokowi  bisa bisa merusak hubungan dengan Amerika dan Rusia," katanya.

Menurut Andre, Jokowi sebagai petahana seharusnya justru menjaga hubungan baik dengan negara lain. Jangan sampai, karena takut kalah, lalu menyerang kubu lawan dengan segala cara tanpa memikirkan akibatnya.

"Jangan sampai karena takut kalah, lalu negara kita jelek, karena menyere-nyeret negara lain, mencari kambing hitam," pungkasnya.