Dua Pemuda Gilir Siswi SMA di Semak-semak Usai Pesta Miras
Cari Berita

Iklan

Advertisement

Iklan

Dua Pemuda Gilir Siswi SMA di Semak-semak Usai Pesta Miras

Friday, February 15, 2019



KAMIUPDATE.COM – Gadis ABG (17) berinisial MHK melapor ke polisi usai dirudapaksa secara bergilir oleh kedua temannya sendiri

Peristiwa itu berlangsung setelah korban dan pelaku sama-sama menenggak miras di daerah Pagedangan, Tangerang

Kejadian berawal pada 18 Januari 2019, di Desa Medang Lestari, Pagedangan, Kabupaten Tangerang.

Saat itu, dua pelaku yakni Suhro Wardi (30) dan Saepul (25) serta korban MHK sedang nongkrong sambil menenggak minuman keras

Setelah itu, Suhro dan Saepul mengajak MHK di daerah Pagedangan dengan mengendarai sepeda motor berboncengan tiga.

Karena merasa sudah saling mengenal, korban pun menuruti ajakan kedua pelaku.

Setiba dari lokasi dimana sekiranya ia bisa melampiaskan nafsunya, korban dibawa ke semak-semak yang sepi. Lalu dipegangi oleh tersangka.

Efek dari Miras / minuman keras kedua pelaku lupa diri, hingga tega memaksa korban atau temannya sendiri untuk berhubungan intim, badan.

Saat kejadian, pelaku memegangi tangan korban yang juga tengah mabuk miras.

Suhro dan Saepul lantas mengantar MHK pulang. setelah melampiaskan nafsunya kepada korban.

Rasa malu dan takut mengakibatkan korban untuk tidak membicarakan atau memberitahukan kepada Keluarganya.

Peristiwa pemerkosaan itu akhirnya diketahui setelah korban menceritakan apa yang telah di alaminya kepada teman terdekatnya.

Hingga kemudian dilanjutkan dengan memberitahukan kepada orangtuanya di rumah.

Polisi mendapatkan laporan dari ibu korban berinisial, EA, pada tanggal 25 Januari 2019 atas kasus yang telah dialami oleh anaknya.

Berdasarkan LP/114/K/I/2019/SPKT/Res Tangsel 25 Januari 2019.

Selanjutnya, petugas langsung melakukan pengejaran terhadap kedua pelaku.

Setelah terendus keberadaannya, polisi pun menyergap kedua pelaku di lokasi berbeda di daerah Desa Medang Lestari, Pagedangan, pada Senin, (4/2/2019)

Keduanya sempat melakukan perlawanan, namun upaya itu berhasil digagalkan.
Akibat dari perlawanan mereka dihadiahi dengan peluru timah panas.

Atas perbuatannya, kedua pelaku disangkakan pasal 81 UU nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.