Ciptakan Pusat Ekonomi Baru di Papua, Pemerintah Bangun 13 Rute Perintis Baru
Cari Berita

Iklan

Advertisement

iklan feed 2019

Ciptakan Pusat Ekonomi Baru di Papua, Pemerintah Bangun 13 Rute Perintis Baru

ALDI BIMANTARA
Saturday, February 9, 2019


KamiUpdate.com-Jayapura Di Papua, ada banyak perbaikan infrastruktur transportasi yang sudah berjalan. Selain peningkatan transportasi udara dan transportasi darat, transportasi air juga menjadi perhatian utama. State Owned Ferry Ltd. untuk Transportasi Air ( ASDP ) Indonesia sedang membangun 13 rute baru untuk menciptakan pusat ekonomi baru di Papua dan wilayah Timur.
Saat ini, PT. ASDP memiliki 40 rute di Papua dengan 10 kapal. Pada 2017, direncanakan untuk menambah 13 rute perintis untuk menjawab permintaan pasar yang terus meningkat yang menyebabkan jumlah penumpang meningkat setiap tahun. Di sisi lain, peningkatan jumlah penumpang tidak disertai dengan jumlah armada dan ketersediaan rute. 
Dikutip dari Tempo , Presiden Direktur PT. ASDP, Faik Fahmi menjelaskan tentang pusat ekonomi baru di Papua dan wilayah Timur   “Kami akan menghubungkan kota-kota di garis pantai dengan daerah pedalaman melalui sungai. Nantinya, akan ada pelabuhan di sungai, sehingga daerah pedalaman akan menjadi pusat ekonomi baru di Papua. Barang-barang akan didistribusikan dengan mudah, sedangkan produk dari pedalaman akan lebih mudah didistribusikan, bahkan ke luar Papua ”.
Selain menambah rute baru, PT. ASDP juga menambahkan lebih banyak armada untuk mendukung rute. Dalam hal ini, mereka telah menghubungi Kementerian Perhubungan untuk meminta armada yang diberikan kepada pemerintah daerah yang tidak dikelola atau digunakan dengan baik. Dari 58 armada, 42 persen armada berusia di atas 20 tahun, yang juga berdampak pada biaya perawatan.
Ini adalah 13 rute Perintis Baru yang direncanakan akan dibuat:
  • Rute Merauke : Pomako-Agats, Agats-Eci, Pomako-Kokonao, dan Swaerma-Pomako.
  • Rute Biak : Serui-Poiwai, Poiwai-Teba, Teba-Bagusa, Bagusa-Trimuris, dan Trimuris - Kasonaweja.
  • Rute Sorong : Sorong-Sarpele, Sorong-Dulbatan, Fakfak-Bulla, dan Bulla-Wahai.
Karena rute-rute baru tidak hanya menghubungkan kota-kota di tepi pantai tetapi juga di tepi sungai, diharapkan isolasi daerah-daerah terpencil di Papua akan berkurang. Akhirnya, kesejahteraan rakyat Papua akan meningkat.