Berikut Beberapa Tempat Pengasingan Bagi Penderita Kusta, Salah Satunya Di Indonesia !
Cari Berita

banner fix 2019

banner fix 2

Berikut Beberapa Tempat Pengasingan Bagi Penderita Kusta, Salah Satunya Di Indonesia !

Friday, February 8, 2019


Kamiupdate.com – Kusta merupakan penyakit yang disebabkan oleh Mycobacterium leprae yang menginfeksi saraf dan kulit. Kusta juga penyakit kulit yang sampai saat ini belum bisa di atasi baik di Indonesia hingga dunia. Jumlah penderita kusta di Indonesia tercatat lumayan banyak. Dari data terbaru, penderita kusta di Indonesia hampir mencapai 16 ribu penduduk.
Penderita kusta tak jarang mendapat pandangan negatif dari masyarakat. Bahkan mereka terkadang diasingkan di beberapa tempat. Berikut merupakan tempat-tempat yang dijadikan sebagai tempat perasingan para penderita kusta.



1.  Pulau Spinalonga, Yunani dulunya adalah pulau yang tak berpenghuni dikarenakan kondisi 
    lingkungan yang kering dan gersang. Pulau ini terletrak di Teluk Mirabello, Kreta, Yunani yang
    mempunyai luas hingga 8,5 hektar. Tepat pada tahun 1904, pulau ini dijadikan sebagai tempat   
    pengasuhan penderita kusta. Pada 1913, pasien penderita kusta mencapai 400 orang. Mereka 
   diasingkan dan tidak diperbolehkan untuk bertemu dengan keluarga. Bahkan mereka tidak diberikan 
   pengobatan. Namun, pada tahun 1957, pemerintah melakukan perubahan, yakni para penderita kusta 
   mulai diberikan pengobatan dan pulau ini dapat dikunjungi oleh keluarga atau pun masyarakat luar.


2. RSUD Toto Kabila, Gorontalo pada masa pemerintahan Jepang di Indonesia, tempat ini dikenal 
    dengan nama Bokuka. Dimana tempat ini dijadikan sebagai gudang perbekalan. Lalu pada 1942 
    tempat ini kemudian menjadi tempat para penderita kusta diasingkan dan mencapai 305 orang. 
    Rumah sakit yang dikenal dengan nama Rumah Sakit Bokuka ini terletak di Desa Permata, 
   Kecamatan Tilongkabila, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo. Rumah Sakit ini dulunya menangani 
    pasien dengan keluhan peyakit kulit. Dan akhirnya para penderita kusta diasingkan ditempat ini.     
   Mereka bahkan dijauhi oleh keluarga dan masyarakat sekitar. Hal ini karena mereka menganggap 
    kusta adalah penyakit yang berbahaya dan bisa menular pada mereka. Apalagi dengan seiring 
    berjalannya waktu penderita kusta justru semakin bertambah. Pada 1988, berkat pengobatan yang 
    mulai dilakukan penderita kusta pun akhirnya mengalami penurunan. Dan Rumah Sakit ini pun 
    berubah nama  menjadi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Toto Kabila yang bahkan tak hanya 
    melayani penderita kusta namun juga penyakit-penyakit lainnya.