AS pengendara yang menghancurkan kendaraannya, berikut fakta mengenai kejadian tersebut
Cari Berita

Iklan

Advertisement

Iklan

AS pengendara yang menghancurkan kendaraannya, berikut fakta mengenai kejadian tersebut

Friday, February 8, 2019



Kamiupdate.com – Kemarin Kamis (7/2/2019) pukul 06:36 WIB tepatnya di Jalan Letnan Soetopo, Serpong, Tangerang Selatan seorang pria di tilang polisi lantaran melanggar lalu lintas. Pria tersebut berinisial AS terlihat tak terima lantaran di tilang. Ia lalu marah-marah dan melakukan aksi nekat yaitu merusak motor yang di kendarainya.
Apa yang sebenarnya terjadi? Berikut fakta mengenai kejadian tersebut.
1.  Kejadian bermula karena  Pria tersebut berkendara melawan arus di putaran Pasar Modern BSD. Bripda Oky yang saat itu tengah bertugas di daerah itu lalu menghentikannya yang pada saat itu membonceng teman perempuannya. “Dia kan, awalnya enggak pakai helm dengan alasan ‘Pak, saya dekat rumahnya’, terus ya sudah kami bilang, ‘Mana identitasmu mana?’ Semua KTP, SIM, STNK, dia lupa bawa,” ungkap Kasat lantas Polres Tangerang Selatan AKP Lalu Hedwin saat di mintai keterangan.
2.  AS kemudian emosi hingga menghancurkan motor yang dikendarainya setelah ditegur oleh Bripda Oky. “Justru kami tenangkan dia, dia malah marah-marah menjadi-jadi. Ya sudah kami dian dulu deh tunggu sampai dia mereda marahnya begitu,” ujar Bripda Oky. Bripda oky dan petugas lainnya memilih untuk diam sejenak menunggu hingga emosi AS mereda. Namun, ia terus menghancurkan motor yang di kendarainya dengan membanting-banting motor tersebut. Belum diketahui secara pasti apakah motor tersebut benar milik teman perempuannya.
3.  AKP Lalu Hedwin menambahkan, AS telah melakukan 4 pelanggaran sekaligus, yakni tidak menggunakan helm saat berkendara, melawan arus, juga tidak mempelihatkan surat izin mengemudi (SIM) dan surat tanda nomor kendaraan (STNK). “Pelanggar melakukan beberapa pelanggaran. Salah satunya lawan arus di putaran Pasar Modern BSD dan di situ ada petugas dia berusaha menghindar,” jelasnya.
4.  Petugas lalu meminta AS pulang untuk mengambil STNK kendaraan motor yang dikendarainya. “Setelah dia mereda, kami kasih tahu kesalahannya, ‘Ya sudah , Mas, tolong ambil dulu STNK, SIM kalau ada, kami tunggu sambil kami buatkan penilangan dengan barang bukti sepeda motor’,” tutur Lalu. AS kemudian berjalan kaki bersama teman perempuannya tersebut  usai diminta petugas untuk mengambil surat-surat kendaraannya. Dan motor yang dikendarainya ditahan oleh petugas di Mapolres Tangerang Selatan. “Dia pergi untuk mengambil (dokumen kendaraannya), tetapi enggak tahu kok belum datang sampai sekarang. Kami tunggu-tunggu belum ada kabar,” kata Lalu.