Palang Kampus, Mahasiswa UNIPA Tuntut Biaya SPP Diturunkan
Cari Berita

Iklan

Advertisement

Iklan

Palang Kampus, Mahasiswa UNIPA Tuntut Biaya SPP Diturunkan

ALDI BIMANTARA
Wednesday, January 30, 2019



KamiUpdate.com-Amban,Manokwari Sejumlah mahasiswa Universitas Negeri Papua (UNIPA), mengatasnamakan Forum Mahasiswa Peduli Kampus Unipa, Selasa (29/01) 2019 di kampus Unipa Manokwari, melakukan aksi protes kebijakan dari rektorat yang telah menaikkan pembayaran biaya SPP bagi mahasiswa. 




Kenaikan pembayaran biaya SPP untuk setiap angkatan mahasiswa Unipa, pembayaran bervariasi namun untuk angkatan 2018 tetap dikenakan biaya sesuai dengan kenaikan SPP berdasarkan SK Rektor Unipa.

Rektor Unipa tidak berani untuk membuat kebijakan bertentangan dengan aturan dari Kemenristekdikti sehingga kenaikan biaya SPP tetap harus dilaksanakan.

Atas penyampaian dari rektorat tersebut, sejumlah massa dari mahasiswa emosi dan meluapkan dalam tindakan pemalangan atau pemblokiran dengan cara menebang pohon yang berada di areal Kampus Universitas Papua (UNIPA) sehingga aktivitas mahasiswa maupun para dosen dan staf yang ingin keluar masuk atau berlalu lintas lumpuh total.

Akibat aksi pemalangan ini , seluruh akses jalan masuk dan keluar kampus Universitas Papua secara internal dipalang dengan menggunakan batang bambu dan pamflet yang bertuliskan “Aktivitas Kampus Unipa tidak ada, untuk saat ini dihentikan” serta menyebar ancaman pintu-pintu yang sudah palang, siapapun tidak mempunyai hak untuk membuka palang tersebut. 



Dimana pintu masuk melalui pintu Rektorat Unipa dipalang dengan pohon matoa yang ditebang oleh mahasiswa, pintu masuk melalui asrama Dosen Edelweis dipalang dengan menggunakan batang kayu yang ditebang dari pohon pelindung yang berada di depan asrama. Adapun jalan masuk depan asrama Petromax UNIPA dipalang dengan menebang pohon pinang yang berada depan asrama.

Akibat aksi pemalangan ini, sejumlah personil aparat kepolisian dari Polsek Amban Manokwari disiagakan guna antisipasi bila situasi anarkis ataupun melakukan upaya paksa atau tindakan lainnya yang dapat menganggu keamanan di lokasi. 



Atas usulan tersebut, pihak kampus akan menegosiasi ulang dengan mahasiswa , apabila belum ada jalan temu maka Rektor Unipa akan membuat laporan polisi ke Polres Manokwari sebagai dasar dan ijin polisi untuk melakukan tindakan kepolisian, ujar Kabid Humas Polda Papua Barat, AKBP Hary Suprono melalui rilisnya yang diterima oleh redaksi KamiUpdate.com di Manokwari hari ini (30/01).

Sebelumnya, beberapa saat setelah aksi pemalangan yang dilakukan oleh beberapa kumpulan Mahasiswa Universitas Papua terkait penurunan biaya SPP yang mengakibatkan arus lalu lintas dari dan ke dalam Kampus Unipa terhenti, Rektor Universitas Papua langsung meninjau lokasi pemalangan untuk menemui mahasiswa yang berdemonstrasi dan menyampaikan permohonan maaf serta penjelasan yang rinci terkait biaya SPP untuk mahasiswa UNIPA yang naik sangat drastis hingga 2 juta rupiah.