Kampung Enggros dan Kampung Tobati Dicanangkan Sebagai Kampung Agrowisata di Kota Jayapura
Cari Berita

Iklan

Advertisement

Iklan

Kampung Enggros dan Kampung Tobati Dicanangkan Sebagai Kampung Agrowisata di Kota Jayapura

ALDI BIMANTARA
Tuesday, January 1, 2019


     KamiUpdate.com, Kota Jayapura – Kampung Enggros dan Kampung Tobati merupakan 2 kampung yang termasuk di dalam Distrik Abepura, Kota Jayapura Provinsi Papua dan masih merupakan bagian dari Kawasan Taman Wisata Alam Teluk Youtefa, dengan pemandangan yang indah dan masyarakat lokal yang ramah membuat siapapun akan takjub jika berkunjung ke kedua kampung yang masih masuk ke dalam kawasan konservasi Taman Wisata Alam Teluk Youtefa tersebut.  

    Kampung Enggros dan Tobati memiliki potensi agrowisata selain keindahan alam yang ditawarkan. Kedua kampung yang berada di Teluk Youtefa tersebut telah menjadi destinasi wisata dengan kebun tanaman hidroponik sehingga dapat menjadi tempat refreshing dan edukasi bagi siapa saja yang datang berkunjung. Seperti yang diketahui bahwa Kampung Agrowisata adalah kampung yang dikembangkan dengan konsep wisata berbasis perkebunan dengan aktivitas wisata yang melibatkan penggunaan lahan pertanian yang menjadi daya Tarik bagi wisatawan.

       Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Jayapura Jean Hendrik Rollo saat ditemui di Kantor Wali Kota Jayapura yang dilansir dari laman akun media sosial Info Jayapura (01/01) mengatakan bahwa dipilihnya Kampung Enggros dan Kampung Tobati sebagai kampung agrowisata dengan tujuan ialah sebagai proyek percontohan menunjang pariwisata kampung di Kota Jayapura. Selain sebagai destinasi wisata baru di Kota Jayapura, Kampung Enggros dan dan Kampung Tobati dinilai dinilai sangat tepat karena berada dalam satu lokasi yang memiliki panorama alam yang sangat indah.

Baca juga : Sisi Lain dari Internet

      Menurut Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Jayapura Jean Hendrik Rollo kedua kampung yang akan dicanangkan sebagai kampung agrowisata tersebut akan menjadi daya tarik masyarakat untuk berkunjung apabila dilakukan penataan yang sesuai, Jean menambahkan bahwa pola pengembangan kampung berbasis masyarakat atau kelompok yang dilakukan dapat membuat suatu daerah maju dan berkembang serta warganya tak tertinggal. Tambahnya lagi, menanam tanpa tanah atau hidroponik merupakan pertanian dengan teknologi budidaya yang cenderung untuk pengembangan komoditas sayuran dan buah. Kemudian untuk konstruksi pengembagan kebun tanaman hidroponik cukup dengan menggunakan media paralon dan bambu yang dilubangi, yang nutrisinya dari air serta nantinya pola pengembangan tanaman hidroponik juga bisa menjadi agrobisnis bagi warga karena akan dibangun unit-unit pangan lestari. 


Semoga Informasi ini Bermanfaat.