5 Faktor Penghambat Kemajuan Yang Menjadi Masalah di Kampung Asei Kecil
Cari Berita

Iklan

Advertisement

Iklan

5 Faktor Penghambat Kemajuan Yang Menjadi Masalah di Kampung Asei Kecil

ALDI BIMANTARA
Wednesday, January 2, 2019




KamiUpdate.com-Kabupaten Jayapura Seperti yang diketahui bersama bahwa Kabupaten Jayapura sudah dimekarkan sesuai UU nomor 26 Tahun 2003 bersama 3 Kabupaten lainnya yakni Kabupaten Jayapura, Kabupaten Keerom dan Kabupaten Sarmi. Kebijakan pemekaran dan pembangunan satu wilayah menjadi beberapa wilayah tentu saja akan berdampak pada kebutuhan sumber daya alam  yang cukup potensial dan sumber daya manusia yang handal untuk mengelola wilayah baru dengan potensi yang dimiliki tersebut, agar dapat sejajar dengan kabupaten/Kota yang telah maju. Pengembangan suatu wilayah yang  berfungsi sebagai ibukota  pada hakekatnya sama saja sebagaimana pada pengembangan kota pada umumnya.

Satu hal spesifik adalah bahwa Wilayah yang mengalami pemekaran mungkin saja memiliki fungsi kota yang spesifik.Wilayah yang mengalami pemekaran pada umumnya merupakan wilayah yang mempunyai kedudukan sebagai pusat administrasi pemerintahan yang bersifat membawahi beberapa kota atau wilayah wewenangnya. Sehingga yang dimaksud bahwa suatu wilayah yang mengalami pemekaran akan lebih kompleks karena disamping fungsi utama sebagai Wilayah dengan sendirinya juga perlu ditunjang unsur fungsi kegiatan wilayah dan potensi dimiliki yang dapat menghidupi kota tersebut. Sehingga sebuah wilayah juga harus mengandung unsur tempat tinggal (Permukiman), unsur tempat bekerja baik pada sektor pemerintahan maupun sektor lainnya (pertanian, industri, jasa, perdagangan), unsur pergerakan berupa jaringan jalan yang jumlah dan fungsinya sesuai dengan wilayah tersebut dan menghubungkan berbagai fungsi wilayah secara internal maupun dengan wilayah lain secara eksternal, unsur hiburan yang akan menjamin kebutuhan penduduk untuk berekreasi dan bersantai, unsur penyempurna berupa pemenuhan kebutuhan kelengkapan seperti saranaperibadatan, pendidikan, kesehatan dan Utilitas umum seperti air, listrik, telekomunikasi, sanitasi, drainase dan persampahan.

Untuk informasi tambahan sobat, bahwa klasifikasi kampung terbagi menjadi 3 bagian yaitu kampung swadaya, kampung swakarsa, dan kampung swasembada. Distrik Sentani timur termasuk dalam klasifikasi kampung swadaya yang terbagi menjadi 7 kampung yaitu : Asey besar, Asey kecil, Ayapo, Nendali, Nolokla, Puai,dan Yokiwa.Pada dasarnya  konsep mengenai tata ruang yang perlu untuk diamati adalah “pengembangan wilayah, dimana hakekat pengembangan suatu wilayah dalam rangka pengembangan suatu daerah”. Adapun asas yang terkandung dalam hakekat dan kemajuan perkembangan suatu wilayah adalah sebagai berikut :

1.       Pertumbuhan ekonomi daerah;
2.       Keserasian pertumbuhan ekonomi daerah;
3.       Kesatuan sistem wilayah;
4.       Keserasian pertumbuhan bagi daerah yang kurang berkembang;
5.       Pembangunan yang berkelanjutan
6.       Kelestarian pada lingkungan hidup yang aman, tertib, sehat, lancar dan serasi.

Kemampuan akan daya tarik yang terjadi pada suatu daerah sangat besar dan lengkapnya potensi serta bervariasinya potensi-potensi yang ada sehingga terjadi suatu hubungan dan interaksi yang serasi serta intern maupun secara ekstern. Dan faktor lain yang tidak kalah pentingnya dalam menentuk pertumbuhan suatu daerah adalah mengenai masalah aksesibilitas, dimana kondisi saranadan prasarana tersebut sangat menentukan kelancaran dan proses terjadinya interaksi.

Masih banyaknya permasalahan penyediaan sarana prasarana pada kampung-kampung yang ada pada Distrik Sentani Timur pada umumnya dan kampung Asei Kecil khususnya, perlu mendapat penanganan serius oleh pemerintah setempat. Dengan melihat permasalahan-permasalahan yang dipandang cukup penting dan isu pokok perencanaan kampung Asei Kecil distrik Sentani Tmur yaitu banyak lahan-lahan yang cukup potensial yang belum dimanfaatkan, masalah penerangan, air bersih, Transporatsi, jalan, drainase serta masalah penyediaan fasilitas-fasilitas yang ada  (pendidikan, peribadatan, perekonomian, kesehatan, dan perumahan). Potensi yang ada pada kampung Asei Kecil jika dimanfaatkan dengan baik maka akan menunjag pembangunan kampung, distrik serta kabupaten itu sendiri. Potensi dari sektor perkebunan, pertanian, peternakan dan kondisi geografis alam yang sangat mendukung untuk penghasilan penduduk kampung  itu sendiri.

Oleh karena itu, untuk mencapai semua kebijakan Perencanaan pembangunan tersebut, maka perlu dilakukan identifikasi permasalahan dan potensi yang ada pada kampung Asei Kecil Distrik Sentani Timur Kabupaten Jayapura dengan menggunakan analisa-analisa untuk menganilisis permasalahan dan potensi yang ada pada kampung Asei Kecil setelah melakukan pengambilan data dan survei langsung di lapangan.

Pendekatan yang diambil adalah dengan memperkirakan perubahan-perubahan kampung Asei Kecil yang terjadi, yang disebabkan oleh keadaan kampung yang selalu mengalami pertumbuhan dan perkembangan sejalan dengan dinamika masyarakatnya. Dengan melihat perkembangan kualitas lingkungan yang tejadi pada kampung Asei Kecil, maka dapat diketahui permasalahan-permasalahan yang terjadi pada Kampung ini. Permasalahan tersebut yang dirasakan oleh masyarakat setempat. diakibatkan sebagian besar belum lengkapnya Sarana Prsarana penunjang untuk kelengkapan fasilitas yang berhubungan dengan masyarakat pada kampung ini.

Permasalahan ini sudah sepatutnya mendapat perhatian serius dari pihak pemerintah untuk menyelesaiakan dengan melakukan program-program yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Nah, berdasarkan pendekatan dan pengamatan langsung di lapangan, berikut ditampilkan 5 hal yang menjadi masalah utama di Kampung Asei Kecil, Distrik Sentani timur Kabupaten Jayapura Provinsi Papua.

1. Permasalahan pemukiman 


Fasilitas perumahan yang kurang memenuhi syarat menjadi satu masalah yang perlu diperhatikan oleh masyarakat pada kampung ini. Hal ini bisa dilihat dari banyaknya rumah semi permanen (didarat) dan rumah berlabuh (di laut). Sedangkan hanya sedikit masyarakat yang mempunyai rumah permanen.faktor kenyamanan dan keamanan sangat berpengaruh sekali jika hal ini tidak segara diperhatikan oleh masyarakat setempat tersebut.

2. Permasalahan kesehatan 


Sarana kesehatan manjadi salah satu masalah yang sangat di rasakan sekali oleh masyarakat pada kampung ini. Hal ini disebabkan karena kampung Asei Kecil ini tidak memiliki pusat kesehatan masyarakat (PUSKESMAS) dan yang adapun hanya pustu yang terdapat pada RW 1 dengan jenis rumah batu dalam kondisi baik. Sehingga banyak penduduk yang mengeluh karena kurangnya sarana kesehatan tersebut. Dan jika hal ini kurang diperhatikan maka akan sangat berbahaya juga bagi kondisi kesehatan masyarakat setempat itu. Sungguh ironis memang karena Kampung Asei kecil masih masuk di dalam Distrik Sentani timur dan letaknya tidak jauh dari Ibu Kota Kabupaten Jayapura yakni di Sentani.

3.  Permasalahan Pendidikan


Masalah pendidikan ini menjadi salah satu permasalahan penting yang perlu segera dicari jalan pemecahannya. Hal ini dikarenakan faktor pendidikan merupakan langkah awal dalam menciptakan SDM yang memeliki kualitas yang baik sehingga dapat berguna bagi masyarakat sekitarnya dimana mereka berada. Pada kampung asei kecil hanya terdapat satu Sekolah Dasar dengan kondisi yang cukup baik dimana SD ini digunakan oleh kampung Asei Kecil, hanya saja sekolah ini dekat dengan jalan raya dan tidak memiliki pagar sehingga membahayakan anak-anak ketika berkeliaran tentunya.

4.Permasalahan Transportasi 



Masalah Transportasi juga menjadi suatu persoalan bagi masyarakat kampung Asei Kecil, dimana untuk menuju dari kampung Asei Kecil ke kampung lainnya menggunakan angkutan desa atau Ojek yang ditempuh selama kurang 30 menit sampe 1 jam. Permasalahnnya arus transportasi antarkampung yang tidak lancar. selain itu prasarana jalan cukup memadai namun sarana angkutannya sedikit(terbatas), sehingga hal ini menghambat transportasi.berdasarkan data yang kami dapat, jalan pada kampung ada dua, yakni jalan utama dan jalan kampung.

5.Permasalahan sampah dan limbah 


Pengolahan limbah yang kurang baik menjadi hal yang perlu di perhatikan sekali oleh ihan maupun estetikanya, karena dengan drainase yang tidak berfungsi atau tidak ada sebagaimana mestinya akan mengakibatkan rendahnya badan jalan dan sering menyebabkan banjir. Mengingat petumbuhan dan perkembangan kampung/desa dimasa mendatang akan semakin pesat dengan konsekuensi bertambahnya kawasan terbangun. Untuk itu perlu perencanaan lebih dini dan terpadu agar permasalahan yang akan timbul bisa diperkecil atau dihilangkan sama sekali. Selain itu Untuk itu dirasa perlu adanya perhatian khusus dari pihak pemerintah untuk menyelesaikan segala permasalahan yang terjadi pada kampung. Sehingga diharapkan kualitas hidup dan aktivitas dari masyarakat pada kampung dapat berjalan dengan baik.